just like la...la...la...
(june afternoon - roxette, album the best)
" mengapa tak kita biarkan saja semuanya bagai air mengalir?"
" maksudnya?"
" biarkan semua terjadi sebagaimana adanya, dinikmati, dirasai, tanpa perlu pertanyaan dan penjelasan yang aku takutkan akan menjebak kita dalam sebuah bangunan semu"
" begitu saja?" " iya, hidup terlalu singkat buat kita memikirkan hal-hal yang ga penting demi yang namanya nilai-nilai yang dibangun oleh konstruksi berpikir umum. lebih baik kita nikmati apa yang bisa dinimati saja, titik".
" tapi, apa yang bisa kita nikmati terkadang bukan hanya apa yang nampak dan yang bisa dirasai indera perasa. batin yang berbentuk abstrak pun terkadang butuh menikmati sesuatu dalam sebuah persinggungan seperti ini".
" mulai deh sok berfilsafat!"" so?"
" ya udah, marilah kita nikmati apa yang masih bisa kita nikmati, tidak perlu kita membebani diri dengan segala definisi yang ga penting yang justru akan menjebak kita dalam dinamika semu yang lama-lama pasti akan membosankan buat kita semua. selama kita masih bisa mempertemukan kemauan kita, maka saat itu juga kita bisa mengurai cerita yang sama dalam bingkai perspektif kita bersama. tapi bila kita sudah gagal mempertemukan masing-masing kemauan kita, kita juga tidak perlu terbebani satu sama lain ketika harus mengurai cerita dengan siapapun yang bisa menjawab kebutuhan yang ada pada kita."
" sesederhana itu?"" ya, sesederhana itu. hidup adalah sebuah kesederhanaan. yang memnbuatnya rumit adalah definisi2 ga penting yang dibuat oleh penghayal yang ga punya kerjaan."
well, benarkah sesederhana itu? hmmm, mungkin.......