Pada saat berada disekumpulan banyak orang pun pada saat menjalani kesendirian, dalam diri manusia tersimpan sesuatu yang otonom, sangat luas dan tak tersentuh, yang dinamakan wilayah batin. Keriangan dan segala macam interaksi seringkali tidak sanggup memberikan sentuhan afeksi pada wilayah yang otonom tersebut.
Sebagai individu, gue juga memiliki wilayah ini dan sangat terpelihara otonominya. Sehingga dalam banyak kesempatan gue merasa lebih enak dan indah bergerak sendirian didalamnya daripada bergulat dengan banyak pihak pun persoalan yang tidak saggup memberikan abstraksi yang menggugah hati dan jiwa. Mungkin memang pada dasarnya setiap individu adalah sebuah bangunan utuh yang secara permanent memelihara kesendirian demi hidup itu sendiri.
Dalam kesendirian itulah manusia justru akan mendapatkan gambaran yang nyata tentang apa, siapa, dan untuk apa, dia berada di dalam geliat dan hiruk-pikuk kehidupan yang terpampang. Dalam kesendirian manusia bisa melakukan refleksi dan kontemplasi yang lebih jujur terhadap banyak hal. Dan dalam kesendirian itulah gue menemukan kesadaran bahwa manusia adalah makluk paling paradoksal. Satu sisi, karena kesadara akan ruang dan waktu serta kebutuhan hidup, manusia menjelma menjadi makluk social yang paling bisa membangun interaksi dan saling bergantung antar sesama. Sementara sebagai individu yang juga oleh karena kesadaran akan ruang dan waktu, manusia menjadi makluk yang terkadang merasa paling kesepian dan paling individual ditengah interaksi social yang terbangun.
Jawaban dari hal tersebut adalah, saat memerlukan sesuatu demi kelangsungan hidup pun kebutuhan yang lain, apapun itu, manusia akan menjadi makluk yang paling social. Tapi, saat merasa tidak memerlukan apapun, dia berubah menjadi sosok yang paling mandiri, independent, dan mungkin egois.
Makanya saat-saat tertentu gue merasa loneliness in the long distance runner, karena pada dasarnya orang lain tidak bisa dipercaya akan tetap menjadi bagian dari diri kita bila dia melepaskan apa yang dinamakan kebutuhan, entah kebutuhan akan apapun. Bila ada yang bisa tetap menjaga entitasnya sebagai makluk social saat tidak membutuhkan apapun, hmmmm…yang seperti ini sedikiitt jumlahnya….
