Tuesday, May 02, 2006

Fatamorgana

……………………
telah habis airmata
telah beku cinta dihati

(Datanglah Padaku – Grass Rock)

Ternyata kami hanyalah ranting kering yang secara tidak sengaja menjadi tempatnya berhenti sejenak manakala kepakan sayapnya sedang lelah. Seiring dengan kembalinya kekuatan pada kepakan sayap, saat itu juga keberartian kami lenyap, tertindih detak gerak sang waktu.

Pada masa tertentu, pada diri individu tertentu pula, sering terjadi adanya sesuatu yang disebut sebagai responsibilitas yang terlalu bersemangat. Keberadaan atau kejadian tertentu yang menimpanya memunculkan tingkat responsibilitas yang berlebih hingga menimbulkan luapan emosi yang berlebih pula. Seorang calon aktor saat pertama kali mendapatkan peran dalam sebuah film, walau hanya keciiil, akan menganggapnya sebagai sebuah anugerah luar biasa besar. Hingga membuatnya seolah-olah berada pada sebuah pertunjukan besar yang bisa memberinya peluang meraih oscar.

Pada masa tertentu, pada diri individu tertentu pula, sering terjadi apa yang dinamakan penghargaan berlebih terhadap diri sendiri. Menganggap dirinya sangat berarti bagi orang lain hanya karena orang lain membutuhkannya untuk hal yang sebenarnya sangat remeh temeh, yang sama sekali tidak akan membuat siapapun kepikiran untuk mengingatnya. Seorang aktivis yang baru pertama ikut demo besoknya mendadak merasa diikuti oleh intel, padahal kebetulan saja ada laki-laki cepak sebel sama gayanya berjalan dan menatapnya dalam hitungan waktu yg cukup lama. Berhari-hari dia akan merasa sebagai sosok yang sangat berati bagi sebuah pergerakan, merasa negara telah memerintahkan alatnya untuk selalu memantau segala aktifitasnya. Penghargaan terlalu berlebih pada diri sendiri sering memunculkan yang namanya ge-er politik, pun ge-er yang lain.

Itulah mengapa sebatang ranting kering yang secara tidak sengaja menjadi tempat berpijak seekor elang yang sedang klelahan, merasa dirinya telah dipilih secara khusus oleh sang elang. Bahkan tega menuduh sang elang akan senantiasa menggunakannya sebagai pijakan kaki pun berandai-andai sang elang akan membangun sarang disitu. Kesadaran akan adanya banyak hal yang tidak memenuhi syarat terhapus oleh keriangan sejenak yang membutakan rasionalitas. Responsibilitas yang berlebih mengabaikan prakondisi yang tidak memenuhi prasyarat.

No comments: