Tuesday, May 02, 2006

Internalisasi

I'm gonna take you
To a place far from here
No one will see us
Watch the pain as it disappears

No time for anger
No time for despair
Won't you come with me
There's room for us there

I'm so alone
My head's my home
I'll return to serenity

(
Return to Serenity - Testament, album The Ritual)



Ketika jalanan berubah menjadi sekedar lorong panjang tanpa denyut nadi. Ketika wajah-wajah yang hadir diselintas pandang berwujud bingkai kosong tanpa eksprersi. Ketika suara-suara yang terdengar miskin intonasi. Ketika gerak waktu berjalan dalam irama pengulangan yang seragam. Ketika, ketika dan ketika yang ada hanyalah percikan gambaran buram yang berulang-ulang, Sebelum chaos internal terjadi, maka pertarungan internal harus segera dimulai pun diakhiri.


Keterlambatan memulai pun menghakiri pertarungan akan berdampak pada ketimpangan persenyawaan dalam struktur yang membentuk abstraksi. Ketimpangan akan berdampak pada ketidakserasian skema yang membangun tubuh. Kadang diperlukan adanya pendulum untuk memulai pun menghakiri. Tidak selamanya abstraksi mampu membangun dunianya sendiri. Seringkali media dari negeri diluar diri sanggup memberikan dorongan pun tarikan yang cukup signifikan untuk memulai dan mengakiri pertarungan. Tidak selamanya kemerdekaan pribadi sanggup diartikan dan dijalankan sesuai dengan tuntutan independensi. Karena manusia toh adalah binatang paling imitatif dalam hidupnya...

No comments: