
Pada tahun 1991, gue disodorin temen album dari kelompok musik pink floyd yang berjudul wish you were here. gue yang doyannya dengerin genjerengan pengusung glamrock macam; ratt, poison, dokken, cinderella, bon jovi, white lion, judas priest dll, awalnya gak terlalu menyukai lagu2nya pink floyd. musiknya menurut gue kurang riang dan dan kurang memompa semangat gue, cuma temen gue memaksa agar gue lebih lama mencoba mendengarkannya. dia bilang ini grup legendaris kagak ada duanya. dengan terpaksa gue puter berulang2 album itu. lah, ternyata lama kelamaan gue ngrasa lagu2 dari album tersebut mang enak di dengerin. dan kurang ajarnya, semakin lama gue dengerin, semakin membuat gue pingin mengulangnya. lagu2 tersebut seolah mengajak gue melayang dalam imaginasi tanpa batas, lagu2nya benar2 bernuansa kontemplatif.
selanjutnya bisa ditebak, gue jadi keranjingan mencari koleksi album pink floyd yang lain. dan dari situ gue juga jadi keranjingan mendengarkan lagu2 dari kelompok musik 70-an, macam; yes, rush, kansas, genesis (peter gabriel), king crimson, camel, nektar, triumvirat, marillion, saga, gentle giant, jetro tull, dll. buntutnya, gue jadi keranjingan nongkrong di cihapit, tempat jual beli kaset2 bekas. kurang ajarnya, di cihapit kaset bekas rekaman lama harganya lebih mahal daripada kaset bekas keluaran baru. akan labih mahal lagi kalau kaset itu berisi album2nya kelompok musik tahun 70-an, macam yang gue sebut tadi. kata penjualnya, kualitas mempengaruhi harga. tapi, tidak jadi soal, selama masih bisa dibeli dari sisa uang bulanan, semua gue bayar.
sedikit cerita tentang pink floyd, kelompok musik satu ini benar2 menjadi salah satu legenda musik dalam arti kata sesungguhnya. mereka mampu menciptakan karya musikal yang genial, baik dari segi musikalitas maupun lirik. dan hebatnya, mereka juga mampu menjual album2nya menembus angka yang luar biasa. album dark side of the moon, menjadi album rock terlaris sepanjang masa, dan nomor dua terlaris untuk semua kategori sepanjanga masa. album itu hanya kalah laku dari albumnya michael jackson (thriller).
album the wall, dianggap sebagai maha karya dengan kualitas yang sampai saat ini sulit dicari tandingannya. lirik lagu dari album2 pink floyd, sarat dengan nuansa filosofis. musik dan lirik menyatu dalam kemasan yang mencerminkan kualitas yang tinggi. mendengar lagu dan memahami lirik pink floyd, memaksa kita belajar memahami banyak hal yang berkembang dalam keseharian hidup seseorang. memang terkesan agak berat. karena karya pink floyd kental dengan simbolisasi.
anggota pink floyd benar2 menunjukan jati diri seniman musik. bukan sekumpulan orang yang ingin menjual musik berdasarkan hitungan untung rugi. pink floyd menjual karya yang berasal dari proses pencarian, meramu dan meng-create berdasarkan idealisme mereka, persoalan laku atau tidak, itu urusan belakang. yang penting mereka sudah memunculkan karya berdasarkan proses kreatif yang mereka jalani selama ini. dan para legenda penemu dan pengusung aliran musik hampir semua jaman senantiasa bertindak demikian. menciptakan musik sesuai dengan kata hati dan semangat pencariannya, terlepas dari desakan market yang sering mengebiri kreativitas.
pink floyd telah membuktikan hal itu. dari waktu ke waktu, dari masa ke masa, musik mereka tidak pernah lekang oleh waktu dan tidak pernah tergiur oleh gempuran warna musik baru. mereka setia dengan warna yang mereka bawa, dan terbukti hasil karya mereka senantiasa dinanti dan di beli banyak orang. pink floyd awalnya berdiri tahun 1964, adalah roger waters (gitar), richar wright(kybord) dan nick mason(drum) pencetus ide terbentuknya floyd. awalnya grup ini diberi nama sigma 6. setelah sempat vakum, tahun 1966 dengan tambahan personel syd barret (gitar), sigma 6 dihidupkan lagi, kemudian namanya dirubah the pink floyd sound. setelah merekrut barret, roger waters lantas memilih memainkan bass saja. seiring lahirnya album pertama nama the pink floyd sound dirubah menjadi hanya pink floyd.
syd barret yang direkrut belakangan ternyata malah menjadi inspirator pink floyd. barret menunjukan dirinya sebagai musisi yang jenius dengan mewarnai mayoritas materi album pertama dan kedua pink floyd. kedua album tersebut oleh para kritisi dinilai sebagai album yang sempurna, walau tidak selaku album dark side of the moon atau the wall. namun barret memiliki kebiasaan nenggak drugs. awalnya drugs membantu barret dalam proses kreatifnya dalam menciptakan karya musik, akan tetapi lama kelamaan drugs membuatnya gila. hingga akhirnya dengan terpaksa barret dipecat, setelah sekian lama anggota yang lain berusaha mempertahankan dengan menggaet david gilmour (gitar) untuk memback-up kondisi barret. gilmour sendiri adalah orang yang pernah belajar gitar dari barret.
sejak tahun 1967, pink floyd berjalan tanpa syd barret. sejak saat itu pula david gilmour diangkat menjadi anggota tetap pink floyd. selanjutnya roger waters yang mengambil peran barret dalam menciptakan lagu dan menulis irik bagi album2 pink floyd selanjutnya. dalam perjalanan waktu akhirnya floyd menggapai sukses yang luar biasa, dan menempatkan mereka di jajaran musisi nomor satu di dunia. roger waters menunjukan kapasitasnya sebagai penulis lirik dan pencipta lagu handal. hampir semua lagu pink floyd sepeninggalan syd barret adalah karya waters. bahkan semenjak album the wall (1979), anggota yang lain dalam penggarapan album2 pink floyd perannya seperti hanya aditional musisian saja. mereka dibayar per pekerjaan, bukan layaknya sesama anggota band. karena memang waters-lah yang mengkonsep, dan menentukan semua materi dan kapan harus dikerjakan dari album2 pink floyd. menyadari hal itu, pada tahun 1984 waters membiarkan pink floyd vakum, dengan harapan pink floyd bubar, dan dia akan menjalankan poyek solo. karena toh selama ini kendati pink floyd tetap ada, hampir semua yang dihasilkan pink floyd adalah hasil jerih payahnya semata. ternyata gilmour berpikiran lain, dengan bantuan mason, dia coba hidupkan lagi pink floyd, tentu saja waters berang. karena dia beranggapan pink floyd adalah roger waters, jadi orang lain, walaupun itu teman2nya di pink floyd, tidak berhak dan tidak layak membawa nama pink floyd. keributan ini sampai di bawa ke meja hijau. hasilnya waters kalah, namun dia dapat hak kepemilikan atas lisensi dari album the wall, dan final cut, serta berhak mengadakan konser solo album the wall di berlin.
setelah roger waters keluar, orang menyangsikan pink floyd bakal bisa eksis. memang hanya dua album selama satu dekade yang bisa mereka kleuarkan, yaitu album a mommentary lapse of reason (1987), dan the division of bell (1993) (pada dua album tersebut dan seterusnya richard wright kembali ikut bergabung). selebihnya mereka hanya merilis album the best, kompilasi, dan live konser. namun konser2 pink floyd tetap luar biasa semarak dan dihadiri oleh ribuan penggemarnya. pink floyd selalu mengemas konsernya dengan tatanan panggung yang megah dan lightning yang luar biasa. kemegahan panggungdan tata lampu pink floyd saat konser sampai saat ini belum ada yang menandinginya. namun, semenjak tahun 2000, pink floyd vakum. tahun 2001, roger waters sempat mengajak syd barret (yang sudah kembali hidup normal di sebuah wilayah di inggris dan membiayai hidupnya dari royaltynya lagu2nya semasa masih pink floyd) manggung dengan membawakan lagu2 pink floyd. orang berharap floyd akan muncul lagi dalam formasi lengkap. namun upaya reuni masih gagal, karena permusuhan antara roger waters dan david gilmour belum bisa diselesaikan. david gilmour masih enggan bergabung bersama roger waters menghidupkan kembali pink floyd. padahal nick mason dan richard wright sudah mengisyaratkan kesediaanya menerima ajakan roger waters untuk menghidupkan pink floyd kembali. banyak orang, salah satunya gue, senantiasa berharap pink floyd kumpul lagi dan ciptakan maha karya baru. karena kami rindu karya2 musik yang berkualitas. Album2 Pink Floyd
The Wall Live 1980-1981 ... (1999)
In London 1966-1967 (1999)
Pulse (1995)
Relics (1995)
The Division Bell (1994)
Delicate Sound Of Thunder (1988)
A Momentary Lapse Of Reason (1987)
The Final Cut (1983)
Works (1983)
The Wall (1979)
Wish You Were Here (1975)
A Nice Pair (1973)
Dark Side Of The Moon (1973)
Obscured By Clouds (1972)
Meddle (1971)
Atom Heart Mother (1970)
Music From The Film More (1969)
Ummagumma (1969)
A Saucerful Of Secrets (1968)
Piper At The Gates Of Dawn (1967)