....and for you honey, aku tidak mau nasib yang akan mempertemukan hidup kita kelak. Karena nasib adalah sesuatu yang bersifat pasif, sementara manusia hidup dalam dinamika yang sangat dinamis. Tidak berguna orang bertemu dalam suatu waktu dengan hanya mengandalkan nasib. Semua hanya akan berada dalam bangunan kaca yang fragile yang setiap saat bisa berantakan diterjang dinamika hidup yang terus bergerak liar. Tanpa sebuah usaha, nasib hanya akan berbicara pada sisi yang paling tepi dalam hidup kita. Penyerahan pada nasib sama artinya pengingkaran terhadap kodrat manusia sebagai makluk yang bisa menggunakan logika berpikir.
Usahalah yang kemudian membuat manusia menemukan jatidirinya sebagai makluk yang mampu menyadari eksistensinya di dunia. Dan usaha pulalah yang membuat spesies manusia bertahan hidup ampe hari ini serta mampu membuat tatanan hidup menjadi sedemiakian teratur. Usaha pula yang membuat manusia menjadi sedemikian superior dibanding spesies yang lain.
Tanpa usaha secara bersama-sama, nasib hanya menjadi ironi yang tidak enak untuk dijalani. Sementara hidup akan terus berjalan dalam dinamika yang tidak pernah sepi dengan segala tetek-bengek persoalan.
No comments:
Post a Comment