Sungguh hebat anggota DPR kita, rela bertukar pukul dengan anggota lainnya, demi memperjuangkan pilihan sikapnya. Banyak orang mencerca sikap dari perilaku para anggota dewan sebagai kekanak2an, atau apalah, yang pasti negatif aja.
Kalau gue, melihatnya dari sudut pandang yang agak lain. Mungkin gue akan berkata hebat anggota DPR kita, berani melakukan banyak hal demi mempertahankan pilihan sikap dan pilihan pendapat. Karena berdebat dan bertengkar dalam rangka memperjuangkan pilihan sikap atas kebijakan yang diambil oleh eksekutif bila perlu memang harus dengan segala daya. Parlemen Korea Selatan dan Taiwan sering melakukan hal itu, dan itu tidak serta merta menjatuhkan image dan kerdibilitas anggota parlemen tersebut. Menurut gue masih wajar kok bertengkar sehebat apapun dalam ruang sidang, asal bertengkarnya berdasarkan alasan yang memaang layak, dan asal pertengkaranya sebatas di forum.
Hanya saja yang menjadi pertanyaan, sampai sejauh mana esensi yang diperjuangkan oleh anggota dewan hingga sampai menimbulkan perkelahian. Apa esensi yang sedang mereka perjuangkan? Apakah mereka memang benar2 memperjuangkan sesuatu yang diyakini bakal membawa dampak yang signifikan bagi kehidupan banyak orang, atau hanya sekedar memperjuangkan kepentingan sektoral yang sempit? Atau lebih parah lagi, mereka hanya memperjuangkan eksistensi masing2 kelompok yang terwakili oleh keberadaan mereka di parlemen?
Boleh dong kita berandai2. Gue sih berandai2, anggota parlemen yang rela berantem memang sedang berjuang untuk mencari jalan terbaik atas keputusan pemerintah menaikan harga BBM. Bagaimanapun juga, kenaikan BBM telah menimbulkan dampak yang jelas2 menyengsarakan masyarakat kelas menengah ke bawah. Walaupun banyak pakar mengatakan, penghapusan subsidi BBM telah menyelamatkan uang negara sekian trilyun. Tapi, juga harus diingat, putusan itu menghancurkan hidup ratusan juta warga negara indonesia. Gimana gak hancur, daya beli masyarakat yang lemah harus berhadapan dengan laju inflasi yang tinggi akibat kenaikan BBM. Mustinya diperhatikan dulu bagaimana kualitas hidup warga kita,s ebelum dengan gagah berani mencabut subsidi BBM. Negara maju macam amrik aja tetap mempertahan subisidi pada masyarakatnya, terutama subsidi pertaniannnya. Kita tanpa penguatan basis perekonomian berani2nya cabut subsidi dengan mengorbankan kepentingan masyarakat banyak.
Jadi, seandainya esensi yang diperjuangkan DPR adalah demi mencari solusi atas keruwetan dalam persoalan BBM berhadapan dengan pihak yang tetap keukeuh mendukung kenaikan BBM sampai kemudian terjadi baku hantam, alangkah hebatnya DPR kita. Gue tidak menghiraukan berantemnya, gue melihat bahwa proses pendewasaan politik memang harus melalui jalan terjal dan berliku. Berantem dan gontok2an mungkin memang bagain dari proses yang Insya Allah, berujung pada sebuah dinamika positip dalam perumusan masalah dari sekian ratus anggota dewan. Bagaimanapun juga yang diperjuangkan anggota dewan, bila benar berjuang demi kepentingan masyarakat, banyak sekali. Jadi harus dengan segala daya upaya biar keyakinan mereka untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat mendapatkan tempat.
Namun, bila ternyata berantemnya anggota dewan semata2 demi kepentingan sektoral masing2 dari kelompok mereka untuk menghancurkan eksistensi kelompok lain, atau yang didukungnya. Ya, dengan terpaksa gue kecewa. Karerna proses yang sedemikian heroik ternyata hanya memperjuangkan sesuatu yang tidak esensial.
No comments:
Post a Comment