Friday, March 11, 2005

Migren

mm...ini penyakit sudah dari tahun 1996 menemani gue, padahal sumpah, gue gak pernah mau ditemani dia ini. tapi apadaya, dia mendesak terus, dan gue memang memiliki kebiasan sulit untuk berkata tidak kalau tersu didesak. jadi, dengan terpaksa gue terima. alhasil, setiap kali gue capek, atau banyak yang sedang gue pikirin, dia dengan senang hati merambat di kepala sebelah kanan gue dan memaksa gue untuk terdiam, meresapi rasa sakit, untuk selanjutnya terpaksa minum obat dan tidur. dokter waktu tahun 1996 pertama gue periksa gak kasih solusi apa2, cuma nyuruh gue jalani fisio therapy, hasilnya bisa ditebak, ga ada kemajuan dan gue bosan...

bertahun2 gue berteman dengan migren, bahkan setelah sekian tahun pun gue belum terbiasa dengan polah tingkahnya. dulu dia datang hanya saat gue lagi capek, banyak pikiran dan kerjaan, atau saat2 yang memang lagi membuat gue suntuk. tapi, belakangan dia datang seenaknya, gak peduli apakah gue sedang baik2 aja atau in trouble. dan sakitnya juga bervariasi, mulai dari nyeri di kepala atas kanan, dekat telinga, ampe mata kanan. kalau dah nyeri datang, mata kanan kayak mau ngeluarin air mata.

saat ini gue benar2 mulai sebal ama dia, sudah 2 bulan lebih dia datang membuat pala bagian kanan gue barasa ada kawat berdurinya. kalau udah begini, dah bukan teman lagi namanya, teman mah mengganggunya gak bakal lebih dari seminggu, ini dah 2 bulan. bahkan terkadang dalam beberapa hari datang tanpa jeda. dengan terpaksa gue meminta dokter memberikan advise yang lebih jauh perihal berperang melawan migren.

mudah2an aja dokternya bener, soalnya saran dia cukup panjang buat gue ikuti. gue musti nenggak obat, udah gitu bila obat abis gak ngaruh, trus ke neurolog, general check up dan foto bagian belakang pala, bila perlu musti ct scan, dan menjalani obat jalan cukup lama. waduh panjang amat daftar antrian pembayaran. dan udah dua kali gue bolak2 ke rumah sakit dan dah nenggak semua obat yang dikasih, pala gue tetep puyeng aja. terakhir kemarin dokter bilang kalau obat yang terkahir ini dikasih tetap gak bisa menolong kayaknya musti CT SCAN biar palanya bisa diliat ada apa gerangan di dalam.

belakangan juga ada yang nyaranin untuk pijat refleksi. gue pernah nyoba, tapi sakitnya ujubilah setan. ajaibnya, gue ngrasa pala gue agak lumayan bersahabat setelahnya. cuma kata yang mijit, gue tetep musti check ke dokter. bila mang ga ada yang salah, tapi tetep sakit, baru terus2an therapy refleksi atau ke tukang tusuk jarum. wah repooot.

Tuesday, March 08, 2005

Kebaikan dan Kejahatan

aat menyelesaikan lukisan perjamuan terakhir (lukisan yang banyak dipajang di gereja2, dimana digambarkan Yesus mendapatkan perjamuan paling akhir dari temannya yang kemudian berkianat dalam perjamuan itu, Judas), Leonardo Da Vinci terhalang masalah yang pelik, ia harus menggambarkan wajah Tuhan dalam diri Yesus dan kejahatan dalam figur Judas. Leonardo sempat terhenti dalam menyelesaikan lukisan sampai menemukan model2 yang ideal.

Nightwingb suatu hari saat mendengarkan koor, leonardo menemukan citra Yesus yang sempurna pada wajah seorang pemuda yang ikut koor tersebut. dia mengundang anak itu dan membuat sketsa2, mempelajari wajahnya. lantas dapatlah gambaran Yesus. tapi dalam rentang waktu tiga tahun, leonardo tetap belum menemukan model yang tepat untuk Judas, sehingga dia belum juga bisa menyelesaikan perjamuan terakhir.

kardinal yang berwenang di gereja mulai menekannya untuk segera menyelesaikan lukisannya. setelah berhari2 mencari model yang tepat untuk sketsa wajah Judas, leonardo menemukan seorang anak muda yang terlihat terlalu cepat tua dengan tampilan lusuh, compang-camping, tergeletak di selokan. dengan susah payah leonardo membujuk asistennya untuk membawa anak muda itu ke gereja untuk diambil gambarnya, karena sudah tidak ada waktu untuk menggambar sketsa awal. si pengemis muda dibawa ke gereja tanpa mengerti apa yang terjadi. ia dipegangi oleh asisten leonardo, sementara sang pelukis terus memindahkan garis2 penuh kejahatan, dosa dan egoisme yang terlihat gamblang dalam wajah pengemis muda itu.

144f5e190ketika selesai, pengemis itu mulai sadar membuka mata dan melihat lukisan itu. dalam takut bercampur sedih dia berkata,
" aku pernah melihat lukisan itu"
" kapan?" tanya leonardo heran
" tiga tahun silam, sebelum aku kehilangan segalanya, ketika aku sering menyanyi pada sebuah paduan suara dan hidupku masih penuh mimpi. seniman itu memintaku berpose sebagai model wajah Yesus"

kebaikan dan kejahatan ternyata memiliki wajah yang sama, tergantung kapan dia melintas di jalan tiap2 diri manusia.

(Sang Iblis dan Nona Prym, Paulo Coelho)

Monday, March 07, 2005

BBM

kenaikan bbm dah ditetapkan dah dah lewat beberapa hari. tapi polemiknya ampe hari ini masih aja rame. kompas, senin, 7 maret, 2005, di dalam kolom artikel terdapat tulisan 3 orang yang mengecam habis freedom istitute yang dikomandoi rizal mallaranggeng. dimana freedom institute dengan didukuang beberapa cendikiawan, termasuk komunitas utan kayu (geng tempo), sempat beriklan di kompas mendukung kenaikan bbm dengan berbagai alasan. alasan yang utama sih sebenarnya mereka mendukung liberalisasi ekonomi.

lantas banyak orang mengecam apa yang sudah dilakukan oleh freedom institute, lembaga yang konon kabarnya independen, mengapa menjadi berafiliasi dengan kepentingan kekuasaan. bahkan terang2an beriklan mendukung kebijakan pemerintah yang tidak populis dimata masyarakat.

kalau gue sih sebenarnya gak terlalu heran kalau rizal dan freedomnya tiba2 beriklan demikian di kompas bahkan dengan embel2 provokasi menantang penentang kenaikan bbm untuk memasang iklan juga di kompas berisikan penentangan atas kenaikan bbm. rizal dan andi mallaranggeng, kakaknya, sejauh ini memang dekat dengan kelompok pendukung sby, selain itu freedom institute selama ini didanai oleh abu rizal bakrie (menko ekuin-nya sby), jadi bukan sesuatu yang aneh kalau doi membuat statemen dan bahkan berusaha mempengaruhi banyak pihak agar mendukung kenaikan bbm lewat iklan tersebut. yang aneh adalah saat dia (dan yang lainnya) menyebut atau disebut orang sebagai cendekiawan. setahu gue cendekiawan akan memiliki sense yang lumayan peka terhadap apa yang terjadi di sekitarnya. cendekiwian memiliki sikap yang lebih hati2 dan bijak ketika harus berpihak kepada siapa dia saat mengadapi realitas kehidupan. bukan serampangan dan pongah seperti itu. menurut gue sih, mereka tidak lebih sebagai kaum terdidik yang demi kepentingan tertentu berpihak pada satu kekuatan politik yang kebetulan saat ini menang dan berkuasa, jadi wajar kalau mereka membuat iklan demikian. yang salah adalah kita yang menganggap penting orang seperti rizal, andi dan lainnya, sebagai sosok yang layak dipertimbangakan pikiran dan ucapannya. sampai kadang2 wartawan dengan segala daya berusaha mewawancarai mereka untuk diminta opininya. mustinya hal itu gak perlu, rizal dan kaum terdidik lainnya yang berselingkuh dengan kekuasaan gak penting-lah.

apa mau dikata bbm dah naik. banyak orang menjerit. walau pemerintah bilang ini demi penyelamatan banyak uang negara dengan mengurangi subsidi bbm, tapi banyak orang tetap tidak bisa memahaminya. begitu banyak uang negara dihamburkan oleh dana blbi yang ternyata dikorup oleh konglomerat hitam. banyak uang melayang karena korupsi pejabat negara dan pejabat lainnya. tapi negara tidak berhasil melakukan apapun demi penyelamatan itu. jangankan menyelamatkan, menangkap mereka yang mencuri uang negara aja gak bisa. konon kabarnya negara ini paling korup, tapi kita tidak bisa melihat koruptornya seperti apa.

negara dimanapun juga mustinya melindungi kepentingan warganya dengan salah satunya adalah memberikan subsidi. dalam konsep negara kesejahteraan, bila rakyat jatuh miskin, maka negaralah yang dianggap sudah salah mengurus jalannya pemerintahan. dalam konsep negara kesejahteraan negara bertanggungjawab terhadap kehidupan warganya. sementara dalam konsep negara indonesia negara justru sering berperan atas pemiskinan warga negaranya. dalam konsep negara indonesia negara menjadi salah satu variabel penting untuk mendapat keuntungan bagi mereka yang kuat. makanya tidak heran negara jatuh miskin, tapi sebagian kecil warga negaranya hidup dalam gelimang harta. banyak perusahaan milik negara bangkrut dan sebagainya, tapi semua pejabatnya malah memiliki deposito yang bisa dipakai untuk hidup 7 turunan. makanya menjadi tidak heran kalau banyak orang berlomba2 untuk dekat atau bahkan duduk dalam kekuasaan. soalnya berkuasa di indonesia ini memang enak dan mendatangkan keuntungan finansial yang ujubilah setan.

jadi marilah kita abaikan saja orang2 kayak rizal mallaranggeng dan teman2nya yang katanya kaum intelektual tapi gak punya sense terhadap penderitaan orang banyak itu.

give up

And I'd give up forever to touch you Cause I know that you feel me somehow You're the closest to heaven that I'll ever be And I don't want to go home right now
And all I can taste is this moment And all I can breathe is your life And sooner or later it's over I just don't want to miss you tonight
And I don't want the world to see me Cause I don't think that they'd understand When everything's made to be broken I just want you to know who I am ..................

(iris, goo goo dolls, ost. city of angel)

t: "kenapa?"
j: "karena dalam teori, orang yang pergi meninggalkan kita, bila memang akan balik lagi, tidak lebih dari tiga tahun kemudian. bila lebih dari itu, bullshit..... "
t: "tapi itu kan teori........."

Sunday, March 06, 2005

Pearl Jam


ketika musik alternatif, atau aliran musik grunge, dengan sound seatle-nya menggila diawal tahun 1990-an dengan menjulangnya nama nirvana, gue adalah salah satu dari sedikit orang yang malah berduka. gue merasakan betapa kebutuhan gue untuk mendapatkan musik2 yang bernuansa kontemplatif dan lebih kompleks dari sisi warna musikal harus berhadapan dengan album2 baru yang hampir beragam, semua mengandalkan kebisingan sound yang penuh distorsi. berbicara soal grunge, konon kabarnya musik ini muncul sebagai antitesis dari kemapanan musik yang sudah ada sebelumnya. menurut para penganut grunge, musik sebelum tahun 1990 cenderung ekslusive dan bombastis. musik tahun 80-an yang didominasi glamrock dianggap, hanya melanjutkan trend musik 70-an dengan kemasan lebih mudah dan manis. dimana musik rock mencapai jaman keemasan di tahun 70-an. segala warna dan aliran musik hidup di era ini. mulai dari phsycedelic yang mendayu-dayu dan kontemplatif, art rock yang komtemplatif dan rumit, progressive rock yang lebih agresife, sampai hardrock yang lebih gahar di sound. dengan lagu2 rock terkadang cengeng, pemusik 80-an datang dengan balutan tampilan yang gemerlap. rambut panjang, wajah di make up, jaket kulit dan hiasan2 metal yang berkilauan. seolah menjadi musisi rock tahun 80-an adalah sosok pahlawan di tengah penggemar musik yang gila. melihat kecenderungan artifisial yang dibawa oleh generasi 80-an, yang selalu dianggap generasi gagal dalam sejarah musik rock, grunge menghajar kejayaan glamrock dengan balutan musik sederhana tapi bersound penuh distorsi dan penampilan anggota bandnya yang jauh dari sisi gemerlapan.


nirvana (kurt cobain) tampil layaknya orang biasa, yang bisa ditemui setiap hari lalu lalang di jalanan, dengan sepatu kets ala convers, celana jeans belel, kaos oblong dan jaket/sweater lusuh. terbukti, kejenuhan atas sosok-sosok jagoan artifisial rocker delapan puluhan terobati, anak muda tahun 1990-an berbalik kiblat ke grunge dengan sound seatle-nya dan tampilan anggota band yang simpel layaknya orang kebanyakan. tapi sayang, gue sebagai generasi yang tumbuh menjadi remaja tahun 80-an lebih menyukai musik2 yang komtemplatif dan variasinya lebih kompleks yang diusung pemusik 70-an.


semenjak munculnya grunge, bisa dihitung dengan jari kaset2 baru apa saja yang sudah gue beli. gue jadi tidak menyukai aquarius bandung, karena deretan rak kasetnya yang diatasnya bertuliskan new release di dominasi musik2 keluaran terbaru yang notabene soundya membuat gue enggan untuk menikmatinya (terutama di deretan musik yang beatnya lebih agresif). sementara di deretan kaset2 lama juga didominasi musik2 yang galmrock yang kebanyakan ngetop lantaran kecengengannya.


alhasil gue lebih banyak nongkrong di cihapit, tempat jualan kaset bekas. nama2 seperti hendrik dan sodanya, john, yang songong, unang sunda yang baik atau fajar gendut menjadi teman gue berbagi cerita dan berbagi koleksi kaset. kebetulan orang2 ini ngerti banget tentang musik pun penggemar musik progressive, yang lebih mementingkan kaidah bermusik. suatu saat gue disodorin orang di cihapit untuk coba mendengarkan album, ten, dari kelompok musik pearl jam, salah satu grupa musik yang juga lahir di seatle. awalnya gue ogah2an, karena dimata gue kelompok ini tidak beda jauh dengan kaumnya grunge.


ternyata setelah gue dengar beberapa kali, memang ada yang lain dari musikalitas pearla jam. musik pearl jam masih lumayan kaya harmoni kendati dari sisi sound dan penampilan anggota bandnya bercorak grunge pisan. dengan berat hati gue harus mengakui jatuh cinta dengan pearl jam. setelah itu, bukan hanya album ten yang gue beli, album2 berikutnya setiap kali muncul selalu mengiasi rak kaset gue. pearl jam awalnya beranggotakan eddie vedder (vokal), mike mc cready (gitar), jeff ament (bass), stone gossard (drum), dan dave krusen (drum). ada sesuatu yang unik dari pearl jam soal pergantian personal. setelah berdiri sampai hari ini, posisi drum sudah diisi oleh empat orang. masing2; dave krussen album ten (1991), dave abruzzese album Vs (1993), jack irons eks dummer red hot chili peppers album vitalogy(1994), no code (1996), yield (1998) , kemudian matt cameron eks soundgarden album binarual (2000), riot act (2003), lost dog (2004) ampe hari ini. pergantian anggota hanya di posisi drum. tidak pernah ada yang dipecat, semua mengundurkan diri. dave krussen dan dave abruzzese merasa gak cocok dengan konsepnya pearl jam, sementara jack irons karena masalah kesehatannya yang mulai menurun.


menurut gue, personel pearl jam, yang diwakili oleh sosok eddie vedder, tampil sebagai pribadi yang lebih mapan secara psikologis. lirik2 pearl jam menggambarkan pergulatan pribadi yang berproses menuju wujudan yang lebih mapan dan stabil secara emosi. lirik lagu mulai dari cerita kehidupan anak2 yang tidak bahagia, kepedihan atas kenyataan bahwa bumi semakin tidak nyaman ditempati sampai pada keprihatinan terhadap masalah2 sosial yang muncul kemudian. pearl jam mengerti benar bagaiman berpihak kepada para penggemar dan bagaimana menghargai karya musik. setelah sukses mendapatkan penghargaan grammy untuk kategori video klip terbaik di lagu jeremy dari labum ten, pearl jam memutuskan tidak membuat video klip lagi. mereka hanya mengandalkan radio sebagai ajang promo setiap album2nya. mereka tidak mau menipu penggemar dengan iklan2 dan promo yang cenderung memanipulasi kesadaran penikmat musik dengan balutan media. mereka lebih memilih jalur musikal untuk menjual lagu, daripada kemasan klip megah mewah dengan biaya mahal yang terus merongrong image penikmat televisi. bagi mereka video klip sering menjadi alat promo yang tidak jujur. pearl jam meyakini, musik adalah musik, bukan manipulasi visual. namun demikian album setelah ten tetap laris kayak kacang goreng. album versus dengan hit daugther tercatat sebagai labum rock terlaris, album vitalogy dengan single better man pun tidak mengecewakan, lantas album no code menjadi almbum rock terbaik. setelah itu baru muncul video klip di album yield. namun klipnya pun berisi kampanye sosial yang berangkat dari keprihatinan anggotanya terhadap kondisi lingkungan yang sudah semakin buruk. klipnya bukan untuk menjual musik, tapi kampanye keprihatinan sosial.


tahun 1999 pearl jam kembali muncul dengan hits last kiss, sebenarnya lagu ini dinyanyikan dalam konser amal untuk bosnia, berhubung penggemar menyukai lagu ini lantas dimasukan dalam album kompilasi untuk penggalangan dana kemanusiaan. tanpa klip dan promo yang cukup, album kompilasi dengan banyak grup band lain ini , melejitkan single hits last kiss menduduki tangga teratas chart amrik. dalam setiap menggelar konser pearl jam selalu menjauhi promotor besar. karena mereka tidak mau tiket dijual dengan harga tinggi yang berdampak pada ketidakmampuan penggemar membelinya. pearl jam akan marah sama promotor kalau harga tiket menurut mereka terlalu mahal bagi penggemar, bahkan pernah membatalkan pertunjukan karena merasa ticket dijual terlalu mahal. pearl jam juga lebih memilih menjauhi konser di lapangan terbuka yang terlalu besar, mereka tidak ingin interaksi band dengan penggemarnya tergangu oleh terlalu banyaknya penonton pun terlalu luasnya space pertunjukan.


mereka benar2 bermusik untuk memuaskan penggemarnya. pearl jam juga terlibat aktif dalam kegiatan2 sosial. salah satu yang begitu gencar adalah melakukan tour dan kampanye gratis sebelum pemilu amrik dengan tujuan kampanye anti bush, serta pendidikan bagi para pemilih pemula (walau john kerry akhirnya kalah). mereka juga terlibat dalam kampanye pendidikan gratis, geraklan konservasi, support pada save the children dan banyak hal lain yang berhubungan dengan aktivitas sosial non profit. so, gue jadi gak terlalu menyesal merasa jatuh cinta sama pearl jam, karena anggotanya memiliki kepekaan sosial yang tinggi. keberpihakan mereka terhadap kepentingan banyak orang perlu dicatat.


dengan beberapa musisi pearl jam berkampanye sekuat tenaga untuk menentang bush. menurut mereka masa depan yang lebih baik adalah dengan tidak memilih bush di pemilu tahun 2004. ternyata orang2 amrik lebih menyukai arogansi keuasaan dan mengabaikan kepentingan kehidupan yang lebih baik, maka bush tetap menang. tapi pearl jam tidak lantas berhenti, mereka tetap melakukan kampanye dan upaya pendidikan politik bag para pemilih di amrik sono. agar nantinya memilih mereka yang lebih menghargai hidup dan masa depan umat manusia. selain itu, lagu2 pearl jam juga oke. bahkan karakter vokal eddie vedder banyak banget diikuti band2 lain. creed, bush, blameless dan the calling adalah sebagian band2 yang vokalnya mengikuti gaya sengau vedder, di indonesia nugie album2 awalnya mbebek pearl jam habis, pas band terang2an terinspirasi pearl jam. ipank, vokalis bip yang dulunya vokalis plastik, ngedie vedder habis...


(album pearl jam)
Lost Dogs (2003)
Riot Act (2002)
Binaural (2000)
Last Kiss (1999) (single)
Pearl Jam (1998)
Yield (1998)
No Code (1996)
Vitalogy (1994)
Vs. (1993)
Ten (1991)

Saturday, March 05, 2005

Welcome Machine

wellcome my son....
wellcome to the machine....
(pink floyd, wellcome to the machine, album final cut)

yup, wellcome my son, wellcome di dunia tanpa batas. setelah beberapa kali dapat forwardan email dari temen tentang blogger, akhirnya gue tertarik juga untuk ikut2an ber-blog2an di sini

Kutukan Musikal

kalau baca judul di atas kesannya kejam amat, masak bawa2 istilah kutukan. tapi menurut gue pribadi, memang demikianlah adanya. ada tiga kelompok musik besar (sepengetahuan gue sih) yang tiba2 merombak konsep musiknya demi kepentingan pasar, dan berhasil dari sisi komersil (dari sisi musikal biasa banget) pada album pertama setelah berubah konsep, lantas hancur dari sisi komersil maupun musikal.

yang pertama adalah yes

Loveland_all_by_steve_penn2_1 kelompok musik atu ini dibentuk tahun 1968, oleh jon anderson (vocal), peter banks (gitar), tony kaye (keyboard), bill bufford (drum) dan chris squire (bas). kelimanya membawa konsep bermusik yang menurut gue pribadi cerdas dan genial. mulai dari irama musik, lyric sampai konsep cover album menyatu dalam kemasan yang artistik dan eklusive. denger lagu2 yes jiwa seolah melayang jauh dan pikiran tiba2 terbuka terhadap banyak hal. musiknya sangat reflektif. beberpa kali mereka ganti formasi, nama2 tenar seperti steve howe maupun rick wakeman sempat ngendon lama di yes. yes seperti kawah tempat berkumpulnya musisi2 handal yang datang dan pergi tanpa membuat yes oleh atau kehilangan warna dan sentuhan. buktinya tahun 1990-an orang2 yang pernah menajdi anggota band yes berkumpul untuk menggelar konser barngyang bertajuk "reunion". hasilnya? sebuah konser akbar dengan suguhan aksi spektakuler dari para dewa musik.

House Of Yes: Live From ... (2000)
The Ladder (1999)
Beyond And Before (1998)
Friends And Relatives (1998)
Open Your Eyes Limited E... (1997)
Keys To Ascension II (1997)
Keys To Ascension (1996)
Talk (1994)
Tales From Topographic O... (1994)
Symphonic Music Of Yes (1993)
Union (1991)
Yesyears (1991)
Union (1991)
Big Generator (1987)
9012 Live - The Solos (1985)
12 Inches On Tape (1983)
90125 (1983)
Classic Yes (1981)
Drama (Remaster) (1980)
Yesshows (Remastered) (1980)
Tormato (Remastered) (1978)
Going For The One (1977)
Yesterdays (1975)
Tales From Topographic O... (1974)
Relayer (1974)
Yessongs (Remastered) (1973)
Close To The Edge (1972)
Fragile (1972)
Fragile/Close To The Edge (1972)
The Yes Album (Remastered) (1971)
Time And A Word (Remaste... (1970)
Yes (Remastered) (1969)

itulah sekian album yang sudah diproduksi yes.

nah mengapa gue bilang yes dapat kutukan? karena musiknya yang sedemikian artistik dan bernuansa kontemplatif tiba2 rusak dan berganti menjadi rock dance pada album 90125 tahun 1983. emang album ini sempat menempati urutan 1 di US sana pada bulan januari 1984, dan dari sisi penjualan menjadi album paling laris dengan hits top sepanjang masa "owner of lonely heart". tapi dari sisi kualitas, ampun, banyak kritisi yang tidak habis pikir mengapa kelompok musik sekelas yes tega berjingkrakan dalam konsep musik sangat sederhana demi kepentingan pasar. kutukan itu datang, setelah album 90125, album2 yes bobrok dari sisi kualitas musikal pun dari sisi penjualan.

yang kedua adalah queensryhe

Bandgallery7queensryche dibentuk tahun 1981 oleh chris de garmo (gitar), michael wilton (gitar), eddie jackson (bas), geoff tate (vokal), dan scott rockenfield (drum), mereka mengusung aliran musik rock progresive, yang mengandalkan kualitas musikal dan rytme yang kompleks.

(album2 queensryche)

Tribe (2003)
Live Evolution (2001)
Q2K (1999)
Hear In The Now Frontier (1997)
Promised Land (1994)
Operation: Livecrime (1991)
Empire (1990)
Operation: Mindcrime (1988)
Rage For Order (1986)
The Warning (1984)
Queensryche (1983)

musik dari album2 queensryche terkesan megah dan penuh warna. mereka memadukan kekuatan musikal progressife dengan kemegahan glamrock yang sempat menggila di era 80-an. namun pada tahun 199o mereka merombak warna musiknya menjadi cenderung lebih populis dalam album "empire". hasilnya bisa ditebak, kualitas musikalnya menjadi lebih ringan dan easy listening, dengan harapan bisa lebih menjual. memang album ini laku keras, dan silent lucidity menjadi salah satu lagu slow art yang sering diputar mtv sampai saat ini. jadi salah satu lagu abadilah (biar bagus tapi lagunya cengeng). namun setelah album ini queensryche juga terkutuk, album selanjutnya warnanya menjadi semakin bias dan juga tidak terjual dengan baik. bahkan tahun 1999 chris de garmo cabut dari queensryche karena mulai jengah dengan warna musiknya. so, tanpa de garmo bisa apa mereka ini?

ketiga adalah metallica

3665_1 metallica awalnya dibentuk oleh lars ulrich (drum), james hetfield (gitar,vocal), cliff burton (bas) dan dave mustaine (gitar) pada tahun 1983. sebelum berhasil menyelesaikan album kill'em all (1983), mustaine ngotot pingin nyanyi. sementara yang lain memilih jameslah yang nyanyi, hingga akhirnya mustaine ngambek berantem dengan james dan kabur buat bikin band yang juga gak kalah ngetop, megadeth. mustaine diganti kirk hammet, yang kemudian sukses menjadi salah satu gitaris metal nomor wahid. metallica mengemas musiknya sedemikian keras dan kelam. lirik-lirik lagu metallica sarat dengan caci maki dan cenderung murung. dengan balutan musik keras, yang dibangun dalam ritme yang rapi, mereka menggebrak kekukuhan glamrock tahun 1980-an. awalnya musik mereka dianggap keluar dari mainstream musik di jamanya. namun seiring waktu berjalan, orang menjadi terbiasa dan menyukai musik metallica. ditengah perjalanan karirnya yang berliku, pada tahun 1986 cliff burton tewas akibat kecelakaan bus saat mereka menggelar tour "master of puppets" di eropa (swedia). sebuah kehilangan yang sangat berat bagi metallica, mengingat burton adalah salah satu pencabik bass kahrismatis. burton lantas diganti oleh jason newsteed

album2 yang dah metallica buat
Some Kind Of Monster EP ... (2004)
St. Anger (2003)
S & M (1999)
Garage Inc. (1998)
ReLoad (1997)
Load (1996)
Interview Picture Disc (1994)
Metallica (1991)
And Justice For All (1988)
The 9.98 CD: Garage Days... (1987)
Master Of Puppets (1986)
Ride The Lightning (1984)
Kill 'Em All (1983)

sebenarnya, dengan warna musik yang mereka usung (sampai album ...and justice for all...) metallica mendapatkan popularitas dan keuntungan dari penjualan album yang cukup tinggi. terbukti album ...and justice for all...dengan salah satu lagu hitsnya, one, masuk nominasi dalam penghargaan grammy tahun 1990, hal yang sangat jarang buat kelompok musik metal.

metallica lantas menjadi ikon bagi pemusik metal. tahun 1991 metallica mengeluarkan black album, album yang akan melambungkan nama mereka setinggi langit, dengan sampul album hitam bergambar ular tersamar di sudut bawah. album ini dari sisi musikal menjadi lebih ringan, lambat dan lagunya pendek2. padahal di album sebelumnya, lagu2 metallica bisa mencapai durasi 9 menit dengan kemasan ritme yang rancak dan dinamis. tapi, album ini justru menjadi tonggak kesuksesan komersil metallica. metallica menjadi melambung di atas awan. album ini terjual lebih dari 7 juta copi di amrik aja, dan metallica lagi2 mendapat pengargaan pada anugrah grammy musik.

namun setelah black album, metallica juga dikutuk, metallica gagal total kembali ke track bermusik yang benar dari sisi kualitas musik pun dari sisi komersil. album load hancur, reload yang dibuat sebagai permintaan maaf atas kegagalan load bernasib tidak beda jauh, kualitas musiknya jauh menurun. penjualan memang masih lumayan oke, tapi tidak bisa lagi berharap selaku black album maupun justice. orang membeli album metalllica kebanyakan karena nama besar metallica semata, bukan karena musiknya memang layak untuk dinikmati.

bahkan kemudian james bermasalahan dengan kebiasaan nenggak alcohol. hal itu membuat metallica sempat goyah ketika memasuki millenium baru. jason cabut untuk kemudian digantikan robert trujilo setelah mereka merampungkan album st. anger. album st. anger sendiri menurut gue payah, walaupun dari sisi penjualan juga masih lumayan oke. album ini hanya mengandalkan sound semata, tanpa memperhatikan aspek skill bermusik. hilang ciri khas metallica dengan musik keras yang kaya harmoni, atau metal yang melodius.

kalau dilihat benang merah dari kutukan musikal tersebut, semua terjadi gara2 grup2 band diatas pada gak merhatiin fans beratnya. dengan merombak warna musik demi tuntutan pasar, maka seketika itu fans yang demen ama musiknya jadi berputar haluan. memang band2 tersebut bisa memanfaatkan selera pasar yang selalu diperbarui seiring dengan munculnya generasi2 baru. namun generasi2 yang baru muncul sayangnya sering tidak memiliki kesetiaan dalam memilih musik. generasi2 baru yang muncul belakangan biasanya masih dalam proses dalam menentukan seperti apa musik yang ingin mereka dengar dan koleksi. semakin berumur seseorang biasanya mereka akan memilih corak musik yang lebih mapan dan lebih kontemplatif. jatuhnya, orang akan kembali pada kejayaan musikalitas yang sayangya kebanyakan ada di masa lalu. saat ini tinggal sedikit grup musik salah satunya, dream theater, yang masih mempertahankan aspek musikal tanpa peduli selera pasar seperti apa. toh mereka juga tetap hidup dan dikagumi banyak orang, karena mampu menyuguhkan musikalitas dengan warna tidak pasaran dengan balutan kemampuan skill bermusik yang yahud.

Mother

Mother do you think they´ll drop the bomb?
Mother do you think they´ll like the song?
Mother do you think they´ll try to break my balls?
Mother should I build a wall?
Mother should I run for president?
Mother should I trust the government?

Mother will they put me in the firing line?
Mother am I really dying?
Hush now baby baby don´t you cry Mama´s gonna make all of your nightmares come true
Mama´s gonna put all of her fears into you
Mama´s gonna keep you right here under her wing
She won´t let you fly, but she might let you sing
Mama will keep baby cozy and warm

Ooooh babe - ooooh babe - ooh babe Of course Mum´ll help you build the wall Mother do you think she´s good enough - for me? Mother do you think she´s dangerous - to me? Mother will she tear your little boy apart? Mother will she break my heart? Hush now baby baby don´t you cry Mama´s gonna check all of your girl friends for you Mama won´t let anyone dirty get through Mama´s gonna wait up ´til you come in Mama will always find out where you´ve been Mama´s gonna keep you healthy and clean Ooooh babe - ooooh babe - ooh babe You´ll always be a baby to me Mother did it need to be so high?

(mother - pink floyd- album the wall-1979)

Kejamnya Media

media, apapun itu, bisa menjadi senjata yang kejam bagi siapapun. terutama bagi yang tidak memiliki akses. di negeri ini, rampok dan maling rendahan menjadi bulan2an media tanpa sedikitpun mampu melakukan perlawanan. tapi maling dan koruptor kelas kakap jarang mendapat perlakukan buruk dari media. tidak jarang bekas narapidana kasus2 kakap menjadi bintang salah satu acara talksow.

siapa saja yang perlu dijatuhkan imagenya dengan mudah segera terjatuh oleh karena ulah media (abubakar ba-asyir serta kelompok2 islam di indonesia merasakan hal ini), pun sebaliknya orang yang memerlukan blow up nama akan segera melambung oleh karena bantuan media, (paloh dan sby merasakan hal ini).

anak2 sampai dikampung paling terpencil pun menjadi budak media, terutama televisi. kita tidak akan menemukan lagi anak2 kecil di kampung paling jauh dari kota sekalipun main gobal sodor, petak umpet atau main mainan anak2 dijaman dulu lagi. anak2 lebih menyukai nongkrong didepan televisi menimmati sajian televisi yang acaranya tidak pernah menunjukan kualitas yang baik.

ibu2 rumah tangga menjadi semakin terbentuk pola pikirnya oleh karena acara murahan televisi. sinetron pun telenovela, yang menurut gue luar biasa melecehkan logika akal sehat, setiap detik, setiap waktu, masuk menerobos dalam brain image penikmat tivi. acara2 tivi yang jauh dari nalar orang paling bodoh pun terus bergentayangan di semua tivi. dan jangan harap orang tidak lantas terpengaruh oleh hegemoni acara televisi.

semua demi yang namanya rating dan iklan, atau bahasa gaulnya demi duit. dengan hanya memepertimbangakan pertimbangan duit ungkul maka logika menjadi dibalik2.

mengapa tidak sekalian melegalkan jualan narkoba, atau merampok dengan berbagai cara, kalau hanya demi keuntungan finansial semata? persoalan melanggar hukum atau tidak itu kan soal persepsi saja. semakin banyak duit maka persepsi bisa digiring kemana aja, suka-suka. dan memang sudah terjadi saat ini........

so, mau jadi apa dan bagaimana kelak? berdamai dan berkawanlah dengan media, niscaya hidup anda akan aman dan selamat. atau kumpulin uang yang banyak, beli media, habis perkara