aat menyelesaikan lukisan perjamuan terakhir (lukisan yang banyak dipajang di gereja2, dimana digambarkan Yesus mendapatkan perjamuan paling akhir dari temannya yang kemudian berkianat dalam perjamuan itu, Judas), Leonardo Da Vinci terhalang masalah yang pelik, ia harus menggambarkan wajah Tuhan dalam diri Yesus dan kejahatan dalam figur Judas. Leonardo sempat terhenti dalam menyelesaikan lukisan sampai menemukan model2 yang ideal.
kardinal yang berwenang di gereja mulai menekannya untuk segera menyelesaikan lukisannya. setelah berhari2 mencari model yang tepat untuk sketsa wajah Judas, leonardo menemukan seorang anak muda yang terlihat terlalu cepat tua dengan tampilan lusuh, compang-camping, tergeletak di selokan. dengan susah payah leonardo membujuk asistennya untuk membawa anak muda itu ke gereja untuk diambil gambarnya, karena sudah tidak ada waktu untuk menggambar sketsa awal. si pengemis muda dibawa ke gereja tanpa mengerti apa yang terjadi. ia dipegangi oleh asisten leonardo, sementara sang pelukis terus memindahkan garis2 penuh kejahatan, dosa dan egoisme yang terlihat gamblang dalam wajah pengemis muda itu.
" aku pernah melihat lukisan itu"
" kapan?" tanya leonardo heran
" tiga tahun silam, sebelum aku kehilangan segalanya, ketika aku sering menyanyi pada sebuah paduan suara dan hidupku masih penuh mimpi. seniman itu memintaku berpose sebagai model wajah Yesus"kebaikan dan kejahatan ternyata memiliki wajah yang sama, tergantung kapan dia melintas di jalan tiap2 diri manusia.
(Sang Iblis dan Nona Prym, Paulo Coelho)
No comments:
Post a Comment