mm...ini penyakit sudah dari tahun 1996 menemani gue, padahal sumpah, gue gak pernah mau ditemani dia ini. tapi apadaya, dia mendesak terus, dan gue memang memiliki kebiasan sulit untuk berkata tidak kalau tersu didesak. jadi, dengan terpaksa gue terima. alhasil, setiap kali gue capek, atau banyak yang sedang gue pikirin, dia dengan senang hati merambat di kepala sebelah kanan gue dan memaksa gue untuk terdiam, meresapi rasa sakit, untuk selanjutnya terpaksa minum obat dan tidur. dokter waktu tahun 1996 pertama gue periksa gak kasih solusi apa2, cuma nyuruh gue jalani fisio therapy, hasilnya bisa ditebak, ga ada kemajuan dan gue bosan...
bertahun2 gue berteman dengan migren, bahkan setelah sekian tahun pun gue belum terbiasa dengan polah tingkahnya. dulu dia datang hanya saat gue lagi capek, banyak pikiran dan kerjaan, atau saat2 yang memang lagi membuat gue suntuk. tapi, belakangan dia datang seenaknya, gak peduli apakah gue sedang baik2 aja atau in trouble. dan sakitnya juga bervariasi, mulai dari nyeri di kepala atas kanan, dekat telinga, ampe mata kanan. kalau dah nyeri datang, mata kanan kayak mau ngeluarin air mata.
saat ini gue benar2 mulai sebal ama dia, sudah 2 bulan lebih dia datang membuat pala bagian kanan gue barasa ada kawat berdurinya. kalau udah begini, dah bukan teman lagi namanya, teman mah mengganggunya gak bakal lebih dari seminggu, ini dah 2 bulan. bahkan terkadang dalam beberapa hari datang tanpa jeda. dengan terpaksa gue meminta dokter memberikan advise yang lebih jauh perihal berperang melawan migren.
bertahun2 gue berteman dengan migren, bahkan setelah sekian tahun pun gue belum terbiasa dengan polah tingkahnya. dulu dia datang hanya saat gue lagi capek, banyak pikiran dan kerjaan, atau saat2 yang memang lagi membuat gue suntuk. tapi, belakangan dia datang seenaknya, gak peduli apakah gue sedang baik2 aja atau in trouble. dan sakitnya juga bervariasi, mulai dari nyeri di kepala atas kanan, dekat telinga, ampe mata kanan. kalau dah nyeri datang, mata kanan kayak mau ngeluarin air mata.
saat ini gue benar2 mulai sebal ama dia, sudah 2 bulan lebih dia datang membuat pala bagian kanan gue barasa ada kawat berdurinya. kalau udah begini, dah bukan teman lagi namanya, teman mah mengganggunya gak bakal lebih dari seminggu, ini dah 2 bulan. bahkan terkadang dalam beberapa hari datang tanpa jeda. dengan terpaksa gue meminta dokter memberikan advise yang lebih jauh perihal berperang melawan migren.
mudah2an aja dokternya bener, soalnya saran dia cukup panjang buat gue ikuti. gue musti nenggak obat, udah gitu bila obat abis gak ngaruh, trus ke neurolog, general check up dan foto bagian belakang pala, bila perlu musti ct scan, dan menjalani obat jalan cukup lama. waduh panjang amat daftar antrian pembayaran. dan udah dua kali gue bolak2 ke rumah sakit dan dah nenggak semua obat yang dikasih, pala gue tetep puyeng aja. terakhir kemarin dokter bilang kalau obat yang terkahir ini dikasih tetap gak bisa menolong kayaknya musti CT SCAN biar palanya bisa diliat ada apa gerangan di dalam.
belakangan juga ada yang nyaranin untuk pijat refleksi. gue pernah nyoba, tapi sakitnya ujubilah setan. ajaibnya, gue ngrasa pala gue agak lumayan bersahabat setelahnya. cuma kata yang mijit, gue tetep musti check ke dokter. bila mang ga ada yang salah, tapi tetep sakit, baru terus2an therapy refleksi atau ke tukang tusuk jarum. wah repooot.
belakangan juga ada yang nyaranin untuk pijat refleksi. gue pernah nyoba, tapi sakitnya ujubilah setan. ajaibnya, gue ngrasa pala gue agak lumayan bersahabat setelahnya. cuma kata yang mijit, gue tetep musti check ke dokter. bila mang ga ada yang salah, tapi tetep sakit, baru terus2an therapy refleksi atau ke tukang tusuk jarum. wah repooot.
No comments:
Post a Comment