Saturday, March 05, 2005

Kutukan Musikal

kalau baca judul di atas kesannya kejam amat, masak bawa2 istilah kutukan. tapi menurut gue pribadi, memang demikianlah adanya. ada tiga kelompok musik besar (sepengetahuan gue sih) yang tiba2 merombak konsep musiknya demi kepentingan pasar, dan berhasil dari sisi komersil (dari sisi musikal biasa banget) pada album pertama setelah berubah konsep, lantas hancur dari sisi komersil maupun musikal.

yang pertama adalah yes

Loveland_all_by_steve_penn2_1 kelompok musik atu ini dibentuk tahun 1968, oleh jon anderson (vocal), peter banks (gitar), tony kaye (keyboard), bill bufford (drum) dan chris squire (bas). kelimanya membawa konsep bermusik yang menurut gue pribadi cerdas dan genial. mulai dari irama musik, lyric sampai konsep cover album menyatu dalam kemasan yang artistik dan eklusive. denger lagu2 yes jiwa seolah melayang jauh dan pikiran tiba2 terbuka terhadap banyak hal. musiknya sangat reflektif. beberpa kali mereka ganti formasi, nama2 tenar seperti steve howe maupun rick wakeman sempat ngendon lama di yes. yes seperti kawah tempat berkumpulnya musisi2 handal yang datang dan pergi tanpa membuat yes oleh atau kehilangan warna dan sentuhan. buktinya tahun 1990-an orang2 yang pernah menajdi anggota band yes berkumpul untuk menggelar konser barngyang bertajuk "reunion". hasilnya? sebuah konser akbar dengan suguhan aksi spektakuler dari para dewa musik.

House Of Yes: Live From ... (2000)
The Ladder (1999)
Beyond And Before (1998)
Friends And Relatives (1998)
Open Your Eyes Limited E... (1997)
Keys To Ascension II (1997)
Keys To Ascension (1996)
Talk (1994)
Tales From Topographic O... (1994)
Symphonic Music Of Yes (1993)
Union (1991)
Yesyears (1991)
Union (1991)
Big Generator (1987)
9012 Live - The Solos (1985)
12 Inches On Tape (1983)
90125 (1983)
Classic Yes (1981)
Drama (Remaster) (1980)
Yesshows (Remastered) (1980)
Tormato (Remastered) (1978)
Going For The One (1977)
Yesterdays (1975)
Tales From Topographic O... (1974)
Relayer (1974)
Yessongs (Remastered) (1973)
Close To The Edge (1972)
Fragile (1972)
Fragile/Close To The Edge (1972)
The Yes Album (Remastered) (1971)
Time And A Word (Remaste... (1970)
Yes (Remastered) (1969)

itulah sekian album yang sudah diproduksi yes.

nah mengapa gue bilang yes dapat kutukan? karena musiknya yang sedemikian artistik dan bernuansa kontemplatif tiba2 rusak dan berganti menjadi rock dance pada album 90125 tahun 1983. emang album ini sempat menempati urutan 1 di US sana pada bulan januari 1984, dan dari sisi penjualan menjadi album paling laris dengan hits top sepanjang masa "owner of lonely heart". tapi dari sisi kualitas, ampun, banyak kritisi yang tidak habis pikir mengapa kelompok musik sekelas yes tega berjingkrakan dalam konsep musik sangat sederhana demi kepentingan pasar. kutukan itu datang, setelah album 90125, album2 yes bobrok dari sisi kualitas musikal pun dari sisi penjualan.

yang kedua adalah queensryhe

Bandgallery7queensryche dibentuk tahun 1981 oleh chris de garmo (gitar), michael wilton (gitar), eddie jackson (bas), geoff tate (vokal), dan scott rockenfield (drum), mereka mengusung aliran musik rock progresive, yang mengandalkan kualitas musikal dan rytme yang kompleks.

(album2 queensryche)

Tribe (2003)
Live Evolution (2001)
Q2K (1999)
Hear In The Now Frontier (1997)
Promised Land (1994)
Operation: Livecrime (1991)
Empire (1990)
Operation: Mindcrime (1988)
Rage For Order (1986)
The Warning (1984)
Queensryche (1983)

musik dari album2 queensryche terkesan megah dan penuh warna. mereka memadukan kekuatan musikal progressife dengan kemegahan glamrock yang sempat menggila di era 80-an. namun pada tahun 199o mereka merombak warna musiknya menjadi cenderung lebih populis dalam album "empire". hasilnya bisa ditebak, kualitas musikalnya menjadi lebih ringan dan easy listening, dengan harapan bisa lebih menjual. memang album ini laku keras, dan silent lucidity menjadi salah satu lagu slow art yang sering diputar mtv sampai saat ini. jadi salah satu lagu abadilah (biar bagus tapi lagunya cengeng). namun setelah album ini queensryche juga terkutuk, album selanjutnya warnanya menjadi semakin bias dan juga tidak terjual dengan baik. bahkan tahun 1999 chris de garmo cabut dari queensryche karena mulai jengah dengan warna musiknya. so, tanpa de garmo bisa apa mereka ini?

ketiga adalah metallica

3665_1 metallica awalnya dibentuk oleh lars ulrich (drum), james hetfield (gitar,vocal), cliff burton (bas) dan dave mustaine (gitar) pada tahun 1983. sebelum berhasil menyelesaikan album kill'em all (1983), mustaine ngotot pingin nyanyi. sementara yang lain memilih jameslah yang nyanyi, hingga akhirnya mustaine ngambek berantem dengan james dan kabur buat bikin band yang juga gak kalah ngetop, megadeth. mustaine diganti kirk hammet, yang kemudian sukses menjadi salah satu gitaris metal nomor wahid. metallica mengemas musiknya sedemikian keras dan kelam. lirik-lirik lagu metallica sarat dengan caci maki dan cenderung murung. dengan balutan musik keras, yang dibangun dalam ritme yang rapi, mereka menggebrak kekukuhan glamrock tahun 1980-an. awalnya musik mereka dianggap keluar dari mainstream musik di jamanya. namun seiring waktu berjalan, orang menjadi terbiasa dan menyukai musik metallica. ditengah perjalanan karirnya yang berliku, pada tahun 1986 cliff burton tewas akibat kecelakaan bus saat mereka menggelar tour "master of puppets" di eropa (swedia). sebuah kehilangan yang sangat berat bagi metallica, mengingat burton adalah salah satu pencabik bass kahrismatis. burton lantas diganti oleh jason newsteed

album2 yang dah metallica buat
Some Kind Of Monster EP ... (2004)
St. Anger (2003)
S & M (1999)
Garage Inc. (1998)
ReLoad (1997)
Load (1996)
Interview Picture Disc (1994)
Metallica (1991)
And Justice For All (1988)
The 9.98 CD: Garage Days... (1987)
Master Of Puppets (1986)
Ride The Lightning (1984)
Kill 'Em All (1983)

sebenarnya, dengan warna musik yang mereka usung (sampai album ...and justice for all...) metallica mendapatkan popularitas dan keuntungan dari penjualan album yang cukup tinggi. terbukti album ...and justice for all...dengan salah satu lagu hitsnya, one, masuk nominasi dalam penghargaan grammy tahun 1990, hal yang sangat jarang buat kelompok musik metal.

metallica lantas menjadi ikon bagi pemusik metal. tahun 1991 metallica mengeluarkan black album, album yang akan melambungkan nama mereka setinggi langit, dengan sampul album hitam bergambar ular tersamar di sudut bawah. album ini dari sisi musikal menjadi lebih ringan, lambat dan lagunya pendek2. padahal di album sebelumnya, lagu2 metallica bisa mencapai durasi 9 menit dengan kemasan ritme yang rancak dan dinamis. tapi, album ini justru menjadi tonggak kesuksesan komersil metallica. metallica menjadi melambung di atas awan. album ini terjual lebih dari 7 juta copi di amrik aja, dan metallica lagi2 mendapat pengargaan pada anugrah grammy musik.

namun setelah black album, metallica juga dikutuk, metallica gagal total kembali ke track bermusik yang benar dari sisi kualitas musik pun dari sisi komersil. album load hancur, reload yang dibuat sebagai permintaan maaf atas kegagalan load bernasib tidak beda jauh, kualitas musiknya jauh menurun. penjualan memang masih lumayan oke, tapi tidak bisa lagi berharap selaku black album maupun justice. orang membeli album metalllica kebanyakan karena nama besar metallica semata, bukan karena musiknya memang layak untuk dinikmati.

bahkan kemudian james bermasalahan dengan kebiasaan nenggak alcohol. hal itu membuat metallica sempat goyah ketika memasuki millenium baru. jason cabut untuk kemudian digantikan robert trujilo setelah mereka merampungkan album st. anger. album st. anger sendiri menurut gue payah, walaupun dari sisi penjualan juga masih lumayan oke. album ini hanya mengandalkan sound semata, tanpa memperhatikan aspek skill bermusik. hilang ciri khas metallica dengan musik keras yang kaya harmoni, atau metal yang melodius.

kalau dilihat benang merah dari kutukan musikal tersebut, semua terjadi gara2 grup2 band diatas pada gak merhatiin fans beratnya. dengan merombak warna musik demi tuntutan pasar, maka seketika itu fans yang demen ama musiknya jadi berputar haluan. memang band2 tersebut bisa memanfaatkan selera pasar yang selalu diperbarui seiring dengan munculnya generasi2 baru. namun generasi2 yang baru muncul sayangnya sering tidak memiliki kesetiaan dalam memilih musik. generasi2 baru yang muncul belakangan biasanya masih dalam proses dalam menentukan seperti apa musik yang ingin mereka dengar dan koleksi. semakin berumur seseorang biasanya mereka akan memilih corak musik yang lebih mapan dan lebih kontemplatif. jatuhnya, orang akan kembali pada kejayaan musikalitas yang sayangya kebanyakan ada di masa lalu. saat ini tinggal sedikit grup musik salah satunya, dream theater, yang masih mempertahankan aspek musikal tanpa peduli selera pasar seperti apa. toh mereka juga tetap hidup dan dikagumi banyak orang, karena mampu menyuguhkan musikalitas dengan warna tidak pasaran dengan balutan kemampuan skill bermusik yang yahud.

No comments: