Friday, November 25, 2005

There Was A Life, Huh....


I. Tentang Ketetapan

air yang mengalir sepanjang waktu
hujan yang turun sepanjang musim
percikan embun pada jejak langkah setiap pagi

II. Tentang Absurditas

lagi kau datang
bentangan samudra di matamu
harapan menggantung di bibirmu

dan
kau kembali menepi
bara api di matamu
pahit kata di bibirmu

kembali
goresan hitam menggelantung di cakarawala
sebuah impian buram mengikat kaki
meracuni

III. There Was A Life

langit biru
kau bercerita tentang :
takdir,
nasib,
dan sebuah harapan personal

maaf bila telingaku menjadi kurang peka
mimpi telah menyeruak keluar
menari-nari liar di kaki langit

bintang beranjak tua
senja merambat perlahan
waktu bergulir tanpa rasa
dingin, bahkan kejam

pernah ada kesempatan sebelum senja menyergap
semestinya lukisan hidup telah tergambar

mungkin memang tiada kebijakan kita punya

No comments: