Saturday, January 28, 2006

Absurd

dengan semangat absurditas yang tidak menentu aku cumbui kamu

" apa yg kau bawa hari ini?" tanyamu setiap waktu kita ketemu
" masih sama seperti yang kemarin" jawabku sama dari waktu ke waktu
" lantas apa yang kamu cari?"
" sama seperti waktu yang lalu."
" apakah kau menemukannya?"
" belum."
" mengapa kau masih juga kemari?"
" karena aku ingin kemari."

lantas waktu membawa pada jejak-jejak yang tidak menentu. mungkin hidup sendiri sudah absurd, hingga hari-hari yang berjalan selalu saja berada dalam paradigma yang tidak berujung pangkal. semua cerita, logika, dan penalaran kelewat sering berlalu tanpa bembenaran yang sanggup menentramkan rasa. sehingga yang dicari senantiasa berada di luar batas penalaran. haruskan semuanya kemudain diartikan dalam satu pemaknaan?

No comments: