
ketika musik alternatif, atau aliran musik grunge, dengan sound seatle-nya menggila diawal tahun 1990-an dengan menjulangnya nama nirvana, gue adalah salah satu dari sedikit orang yang malah berduka. gue merasakan betapa kebutuhan gue untuk mendapatkan musik2 yang bernuansa kontemplatif dan lebih kompleks dari sisi warna musikal harus berhadapan dengan album2 baru yang hampir beragam, semua mengandalkan kebisingan sound yang penuh distorsi. berbicara soal grunge, konon kabarnya musik ini muncul sebagai antitesis dari kemapanan musik yang sudah ada sebelumnya. menurut para penganut grunge, musik sebelum tahun 1990 cenderung ekslusive dan bombastis. musik tahun 80-an yang didominasi glamrock dianggap, hanya melanjutkan trend musik 70-an dengan kemasan lebih mudah dan manis. dimana musik rock mencapai jaman keemasan di tahun 70-an. segala warna dan aliran musik hidup di era ini. mulai dari phsycedelic yang mendayu-dayu dan kontemplatif, art rock yang komtemplatif dan rumit, progressive rock yang lebih agresife, sampai hardrock yang lebih gahar di sound. dengan lagu2 rock terkadang cengeng, pemusik 80-an datang dengan balutan tampilan yang gemerlap. rambut panjang, wajah di make up, jaket kulit dan hiasan2 metal yang berkilauan. seolah menjadi musisi rock tahun 80-an adalah sosok pahlawan di tengah penggemar musik yang gila. melihat kecenderungan artifisial yang dibawa oleh generasi 80-an, yang selalu dianggap generasi gagal dalam sejarah musik rock, grunge menghajar kejayaan glamrock dengan balutan musik sederhana tapi bersound penuh distorsi dan penampilan anggota bandnya yang jauh dari sisi gemerlapan.
nirvana (kurt cobain) tampil layaknya orang biasa, yang bisa ditemui setiap hari lalu lalang di jalanan, dengan sepatu kets ala convers, celana jeans belel, kaos oblong dan jaket/sweater lusuh. terbukti, kejenuhan atas sosok-sosok jagoan artifisial rocker delapan puluhan terobati, anak muda tahun 1990-an berbalik kiblat ke grunge dengan sound seatle-nya dan tampilan anggota band yang simpel layaknya orang kebanyakan. tapi sayang, gue sebagai generasi yang tumbuh menjadi remaja tahun 80-an lebih menyukai musik2 yang komtemplatif dan variasinya lebih kompleks yang diusung pemusik 70-an.
semenjak munculnya grunge, bisa dihitung dengan jari kaset2 baru apa saja yang sudah gue beli. gue jadi tidak menyukai aquarius bandung, karena deretan rak kasetnya yang diatasnya bertuliskan new release di dominasi musik2 keluaran terbaru yang notabene soundya membuat gue enggan untuk menikmatinya (terutama di deretan musik yang beatnya lebih agresif). sementara di deretan kaset2 lama juga didominasi musik2 yang galmrock yang kebanyakan ngetop lantaran kecengengannya.
alhasil gue lebih banyak nongkrong di cihapit, tempat jualan kaset bekas. nama2 seperti hendrik dan sodanya, john, yang songong, unang sunda yang baik atau fajar gendut menjadi teman gue berbagi cerita dan berbagi koleksi kaset. kebetulan orang2 ini ngerti banget tentang musik pun penggemar musik progressive, yang lebih mementingkan kaidah bermusik. suatu saat gue disodorin orang di cihapit untuk coba mendengarkan album, ten, dari kelompok musik pearl jam, salah satu grupa musik yang juga lahir di seatle. awalnya gue ogah2an, karena dimata gue kelompok ini tidak beda jauh dengan kaumnya grunge.
ternyata setelah gue dengar beberapa kali, memang ada yang lain dari musikalitas pearla jam. musik pearl jam masih lumayan kaya harmoni kendati dari sisi sound dan penampilan anggota bandnya bercorak grunge pisan. dengan berat hati gue harus mengakui jatuh cinta dengan pearl jam. setelah itu, bukan hanya album ten yang gue beli, album2 berikutnya setiap kali muncul selalu mengiasi rak kaset gue. pearl jam awalnya beranggotakan eddie vedder (vokal), mike mc cready (gitar), jeff ament (bass), stone gossard (drum), dan dave krusen (drum). ada sesuatu yang unik dari pearl jam soal pergantian personal. setelah berdiri sampai hari ini, posisi drum sudah diisi oleh empat orang. masing2; dave krussen album ten (1991), dave abruzzese album Vs (1993), jack irons eks dummer red hot chili peppers album vitalogy(1994), no code (1996), yield (1998) , kemudian matt cameron eks soundgarden album binarual (2000), riot act (2003), lost dog (2004) ampe hari ini. pergantian anggota hanya di posisi drum. tidak pernah ada yang dipecat, semua mengundurkan diri. dave krussen dan dave abruzzese merasa gak cocok dengan konsepnya pearl jam, sementara jack irons karena masalah kesehatannya yang mulai menurun.menurut gue, personel pearl jam, yang diwakili oleh sosok eddie vedder, tampil sebagai pribadi yang lebih mapan secara psikologis. lirik2 pearl jam menggambarkan pergulatan pribadi yang berproses menuju wujudan yang lebih mapan dan stabil secara emosi. lirik lagu mulai dari cerita kehidupan anak2 yang tidak bahagia, kepedihan atas kenyataan bahwa bumi semakin tidak nyaman ditempati sampai pada keprihatinan terhadap masalah2 sosial yang muncul kemudian. pearl jam mengerti benar bagaiman berpihak kepada para penggemar dan bagaimana menghargai karya musik. setelah sukses mendapatkan penghargaan grammy untuk kategori video klip terbaik di lagu jeremy dari labum ten, pearl jam memutuskan tidak membuat video klip lagi. mereka hanya mengandalkan radio sebagai ajang promo setiap album2nya. mereka tidak mau menipu penggemar dengan iklan2 dan promo yang cenderung memanipulasi kesadaran penikmat musik dengan balutan media. mereka lebih memilih jalur musikal untuk menjual lagu, daripada kemasan klip megah mewah dengan biaya mahal yang terus merongrong image penikmat televisi. bagi mereka video klip sering menjadi alat promo yang tidak jujur. pearl jam meyakini, musik adalah musik, bukan manipulasi visual. namun demikian album setelah ten tetap laris kayak kacang goreng. album versus dengan hit daugther tercatat sebagai labum rock terlaris, album vitalogy dengan single better man pun tidak mengecewakan, lantas album no code menjadi almbum rock terbaik. setelah itu baru muncul video klip di album yield. namun klipnya pun berisi kampanye sosial yang berangkat dari keprihatinan anggotanya terhadap kondisi lingkungan yang sudah semakin buruk. klipnya bukan untuk menjual musik, tapi kampanye keprihatinan sosial.
tahun 1999 pearl jam kembali muncul dengan hits last kiss, sebenarnya lagu ini dinyanyikan dalam konser amal untuk bosnia, berhubung penggemar menyukai lagu ini lantas dimasukan dalam album kompilasi untuk penggalangan dana kemanusiaan. tanpa klip dan promo yang cukup, album kompilasi dengan banyak grup band lain ini , melejitkan single hits last kiss menduduki tangga teratas chart amrik. dalam setiap menggelar konser pearl jam selalu menjauhi promotor besar. karena mereka tidak mau tiket dijual dengan harga tinggi yang berdampak pada ketidakmampuan penggemar membelinya. pearl jam akan marah sama promotor kalau harga tiket menurut mereka terlalu mahal bagi penggemar, bahkan pernah membatalkan pertunjukan karena merasa ticket dijual terlalu mahal. pearl jam juga lebih memilih menjauhi konser di lapangan terbuka yang terlalu besar, mereka tidak ingin interaksi band dengan penggemarnya tergangu oleh terlalu banyaknya penonton pun terlalu luasnya space pertunjukan.
mereka benar2 bermusik untuk memuaskan penggemarnya. pearl jam juga terlibat aktif dalam kegiatan2 sosial. salah satu yang begitu gencar adalah melakukan tour dan kampanye gratis sebelum pemilu amrik dengan tujuan kampanye anti bush, serta pendidikan bagi para pemilih pemula (walau john kerry akhirnya kalah). mereka juga terlibat dalam kampanye pendidikan gratis, geraklan konservasi, support pada save the children dan banyak hal lain yang berhubungan dengan aktivitas sosial non profit. so, gue jadi gak terlalu menyesal merasa jatuh cinta sama pearl jam, karena anggotanya memiliki kepekaan sosial yang tinggi. keberpihakan mereka terhadap kepentingan banyak orang perlu dicatat.
dengan beberapa musisi pearl jam berkampanye sekuat tenaga untuk menentang bush. menurut mereka masa depan yang lebih baik adalah dengan tidak memilih bush di pemilu tahun 2004. ternyata orang2 amrik lebih menyukai arogansi keuasaan dan mengabaikan kepentingan kehidupan yang lebih baik, maka bush tetap menang. tapi pearl jam tidak lantas berhenti, mereka tetap melakukan kampanye dan upaya pendidikan politik bag para pemilih di amrik sono. agar nantinya memilih mereka yang lebih menghargai hidup dan masa depan umat manusia. selain itu, lagu2 pearl jam juga oke. bahkan karakter vokal eddie vedder banyak banget diikuti band2 lain. creed, bush, blameless dan the calling adalah sebagian band2 yang vokalnya mengikuti gaya sengau vedder, di indonesia nugie album2 awalnya mbebek pearl jam habis, pas band terang2an terinspirasi pearl jam. ipank, vokalis bip yang dulunya vokalis plastik, ngedie vedder habis...
(album pearl jam)
Rearviewmirror: Greatest... (2004)
Lost Dogs (2003)
Riot Act (2002)
Binaural (2000)
Last Kiss (1999) (single)
Live On Two Legs (1998)
Pearl Jam (1998)
Yield (1998)
No Code (1996)
Vitalogy (1994)
Vs. (1993)
Ten (1991)
1 comment:
Gw juga ngeddie vedder loh. Sebatas visi, terbatas kondisi..
salam jammers,
Pals
Post a Comment