Sunday, October 23, 2005

Bermuka Tempat Sampahkah?

Seorang perempuan yang gue kenal kira2 dua bulan yang lalu, tiba-tiba beberapa hari yang lalu telepon gue. Seinget gue, dia kerja di salah satu NGO asing yang mayan ngetop. Gue ketemu dia pada pameran buku di Bentara Budaya, dia datang bareng salah satu temen deket gue. Setelah dari Benatar Budaya kami lantas nongkrong di jalan Jaksa, ngumpul sama komunitas NGO yang ternyata banyak yg gue kenal juga. Seinget gue, setelah itu kami tidak pernah saling ketemu, karena gue terus kembali berkutat sama kerjaan di beberapa kota di Jawa Timur.

Yang membuat gue agak terkejut, dia mempercayai gue untuk mendengarkan semua persoalannya yang masuk kategori agak privat, layaknya orang yang dah lama kenal saja. Cukup lama juga dia telepon gue. Cukup banyak dia korbankan pulsa untuk menghubungi nomor beda operator, dan gue sedang berada jauh dari Jakarta.

Setelah temen tersebut nelepon, gue lantas kepikiran, apakah wajah gue kayak tempat sampah ya? Hingga orang yang baru kenal saja sudah dengan santainya menumpahi gue dengan segala persoalan hidupnya, bahkan yang sangat privat. Atau kebetulan saja dia butuh teman ngobrol, dan melihat gue temen deket temen ngobrolnya yang sedang tidak bisa dia hubungi. Mudah2an jawabannya yang kedua ini, soalnya kalau jawabannya yang pertama, wah sedih banget punya wajah kayak tempat sampah.

No comments: