Mereka datang dari sisi sebelah pinggir kota dengan membawa keterbarasan. Jenjang pendidikan tidak pernah secara utuh mereka dapatkan. Mereka terpaksa menerima kenyataan sebagai kelas masyarakat yang hanya mengandalkan kemampuan ala kadarnya.
Mereka datang saat pagi mulai merekah. Saat mentari pertama kali menyentuh ujung aspal, mereka berbondong-bondong menghambur memenuhi jalanan memayungi wilayah Klaten selatan dengan warna biru muda. Perusahaan PNP menjadi tujuan mereka di kala pagi meninggi. Perusahaan memberikan imbalan yang lumayan bagi tangan-tangan terampil, rapi dan jeli dalam menyamak tembakau. Dalam setahun ada 3 kali musim petik yang berlangsung 3 bulan sekali. Setiap kali musim petik mereka mengangtungi nominal dari perusahaan PNP yang bisa menambah penghasilan suami.
Tapi tidak setiap musim petik mereka bisa dengan mudah menjalani kerjasma dengan perusahaan. Ada banyak raja kecil dan kepala suku bergentayangan di dalam pabrik. Raja-raja kecil yang seolah memegang nasib mereka dalam menentukan bisa atau tidaknya mereka kembali ke perusahaan pada musim petik berikutnya. Harus ada persembahan yang bisa mengamanklan jalannya nasib pada musim berikutnya. Diperlukan 2 kg gula putih, 1 pak teh dan sekaleng makanan ringan yang sama dengan harga satu minggu gaji, bila musim berikutnya masih ingin kembali ke perusahaan. Bila itu tidak disediakan, akan ada banyak perempuan lain yang sanggup menggantikan posisinya.
Tapi tidak setiap musim petik mereka bisa dengan mudah menjalani kerjasma dengan perusahaan. Ada banyak raja kecil dan kepala suku bergentayangan di dalam pabrik. Raja-raja kecil yang seolah memegang nasib mereka dalam menentukan bisa atau tidaknya mereka kembali ke perusahaan pada musim petik berikutnya. Harus ada persembahan yang bisa mengamanklan jalannya nasib pada musim berikutnya. Diperlukan 2 kg gula putih, 1 pak teh dan sekaleng makanan ringan yang sama dengan harga satu minggu gaji, bila musim berikutnya masih ingin kembali ke perusahaan. Bila itu tidak disediakan, akan ada banyak perempuan lain yang sanggup menggantikan posisinya.
Demi penyeimbang pendapatan suami yang terbatas, persembahan harus senantiasa dia berikan setiap tiga bulan sekali. Sebuah kewajaran, kata mereka. Kewajaran di tengah masyarakat yang katanya memiliki nilai-nilai luhur persaudaraan dan gotong royong....
No comments:
Post a Comment