Tapi, si anak secara tegas menampik warisan berupa tanah tersebut. Si anak ga mau petani. Dia lebih suka menjadi tukang ojek. Dia meminta ayahnya untuk menjual tanahnya saja dan membelikannya motor. Segala bujuk rayu orang tua itu tidak membuat si anak berubah pikiran. Akhirnya, demi si anak, orang tua tersebut menjual tanahnya kepada pengusaha dari
Selanjutnya dengan stelan yang luar biasa gagah si anak saban pagi nongkrong di perenpatan jalan
Si anak lupa bahwa dia telah kehilangan asset masa depan yang sangat berharga, dibandingkan hanya sebuah motor yang tidak memiliki umur sepanjang diri dan kebutuhan hidupnya kelak. Si anak juga ga tahu bahwa tanaman kelapa sawit menyerab unsur hara berlebih, sehingga tanah yang sudah ditanami kelapa sawit menjadi sangat tidak subur yang akan berdampak pada gersangnya daerahnya kelak.
No comments:
Post a Comment