Tuesday, April 11, 2006

strugle

Gue seringkali mencoba sangat toleran, terutama terhadap orang yang memang pantas untuk gue kasih toleransi (sodara, orang yang berbuat baik, dan temen-temen deket). Kepada mereka ini gue memiliki lautan luas yang bernama toleransi.

Masalahnya, gue juga adalah orang yang bisa berubah menjadi sangat cepat mengabaikan banyak pihak saat gue ngrasa ga mendapat penghargaan yang pantas. Dan hal itu terjadi bukan hanya sekali dua kali dalam idup gue, banyak kali!!!

Dalam hidup gue berkembang rumus yang teramat sederhana, gue akan menghargai orang yang pantas gue hargai, namun gue akan lebih menghargai mereka yang juga menghargai gue. Seberapa pun pantasnya orang itu untuk dihargai, begitu menempatkan gue dalam kondisi yang seolah tak berharga, maka dengan serta merta gue akan mengabaikannya. Walaupun gue akan kembali memberikan harga yang layak, saat orang yang pernah gue abaikan kembali menempatkan gue pada porsi yang layak juga, karena gue bukanlah orang yang mudah mendendam.

Dan tadi, telepon dari seorang temen, yang mungkin masih mencoba meraba-raba kayak apa sih perilaku dan karakter gue, membuat gue ingat akan hal-hal semacam abai-mengabaikan ini. Ya maaf deh, kalo gue ternyata tidak se-strugle yang orang kira pun kadang gue yakini. Karena perlu waktu dan persepsi yang pasti untuk memaksa gue melakukan hal-hal yang seringkali mengabaikan rumus dalam idup...

No comments: