Akhirnya gue dapet kesempatan buat bersnorkling ria di pulau seribu. well, biar gue ga bisa berenang, tapi gue menyukai memandang bentangan luas hamparan air yg seolah tanpa ujung.
Laut, selain gunung dan hutan tentunya, adalah tempat sang sanggup meredakan sekian gejolak rasa akibat tindihan persoalan idup yang datang dan pergi saban hari. Makanya ketika sebuah ajakan, yg sebenarnya dah lama dinanti, datang, tanpa berpikir dua kali gue menggiyakan, bahkan lantas gue berusaha meracuni temen yg ga bisa berenang juga buat ikutan nyebur ke laut.
Sepuluh tahun yang lalu gue pernah menetap dalam hitungan waktu yang cukup lama di tepi lautan, saat terjebak pada proyek di Kepulauan Mentawai. Tapi, waktu itu ga pernah sekalipun gue menyeburkan diri ke laut. Setiap hari gue memang menjelajahi laut, tapi selalu menggunakan boat.
Dan ternyata snorkling cukup menyenangkan. Memberi perbendaharaan cara yang berbeda bagi gue untuk menikmati satu sisi semesta yang tergambar pada pergerakan biota laut. Walau awalnya gue harus berjumpalitan ga karuan karena gagal melakukan upaya pengambilan nafas dengan menggunakan peralatan snorkling, tapi setelah sekian kali mencoba akhirnya kenyamanan bersnorkling ria sanggup menghilangkan rasa capek dan sengatan matahari. Mungkin yang agak mengganggu adalah terjangan ubur-ubur yang bikin sekujur badan gatal-gatal. Tapi, ubur-ubur pun gak akan sanggup menghalangi keinginan untuk bersnorkling ria di kemudian hari.
Dan bepergian ke tempat favorit bareng banyak orang yang memiliki hobby serupa memberikan sensasi tersendiri dibanding pergi sendirian atau hanya dengan sekian gelintir temen. Paling tidak keriangan bisa kita bagi dengan banyak pihak, pun banyak sudut pandang.
So, where and when next trip guys??...
Laut, selain gunung dan hutan tentunya, adalah tempat sang sanggup meredakan sekian gejolak rasa akibat tindihan persoalan idup yang datang dan pergi saban hari. Makanya ketika sebuah ajakan, yg sebenarnya dah lama dinanti, datang, tanpa berpikir dua kali gue menggiyakan, bahkan lantas gue berusaha meracuni temen yg ga bisa berenang juga buat ikutan nyebur ke laut.
Sepuluh tahun yang lalu gue pernah menetap dalam hitungan waktu yang cukup lama di tepi lautan, saat terjebak pada proyek di Kepulauan Mentawai. Tapi, waktu itu ga pernah sekalipun gue menyeburkan diri ke laut. Setiap hari gue memang menjelajahi laut, tapi selalu menggunakan boat.
Dan ternyata snorkling cukup menyenangkan. Memberi perbendaharaan cara yang berbeda bagi gue untuk menikmati satu sisi semesta yang tergambar pada pergerakan biota laut. Walau awalnya gue harus berjumpalitan ga karuan karena gagal melakukan upaya pengambilan nafas dengan menggunakan peralatan snorkling, tapi setelah sekian kali mencoba akhirnya kenyamanan bersnorkling ria sanggup menghilangkan rasa capek dan sengatan matahari. Mungkin yang agak mengganggu adalah terjangan ubur-ubur yang bikin sekujur badan gatal-gatal. Tapi, ubur-ubur pun gak akan sanggup menghalangi keinginan untuk bersnorkling ria di kemudian hari.
Dan bepergian ke tempat favorit bareng banyak orang yang memiliki hobby serupa memberikan sensasi tersendiri dibanding pergi sendirian atau hanya dengan sekian gelintir temen. Paling tidak keriangan bisa kita bagi dengan banyak pihak, pun banyak sudut pandang.
So, where and when next trip guys??...
1 comment:
thanks atas guidenya lho pi, well...well...akhirnya gue brani nyemplung ke laut....
dan ibu yg satu ini dg sabar siap menampung gue ama tmn2 di kelas belajar berenang bersama....
Post a Comment